Kamis, 30 Agustus 2018

Penulisan Dan Cara Membuat Surat Laporan

Cara Membuat Surat Laporan
Dari namanya sudah dapat disimpulkan bahwa surat laporan adalah surat yang berisikan mengenai laporan suatu hal misalnya tentang pekerjaan. Tujuannya tentu saja untuk menyampaikan laporang yang berkaitan dengan hal tersebut. Bagian-bagian isi laporan tergantung dari ragam laporan yang dibuat. Surat laporan ini sendiri terdiri dari beberapa komponen atau bagian penting yaitu :

1. Sampul

Sampul atau cover adalah bagian yang biasanya berada paling luar. Sampul ini juga berisi judul laporan, penyusunan laporan, kepentingan penyusunan laporan, logo instansi, dan bulan pembuatan laporan itu sendiri.

2. Halaman Judul

Bagian penting yang kedua adalah halaman judul. Halaman judul ini berisikan tentang judul laporan, nama dan identitas penerima laporan. nama dan identitas penulis, tempat dan tanggal. Judul laporan juga harus jelas, ringkas, lengkap, dan mencerminkan isi secara keseluruhan. Identitas dan nama penerima biasanya tidak selalu ditulis, namun jika akan disertakan maka biasanya diawali dengan kata "Diserahkan Kepada". Nama dan identitas penulid didahului kata "Oleh" dan diikuti identitas penulis. Tempat dan tanggal ditulis pada bagian bawah dengan terpisah.

3. Surat Penyerahan

Bagian yang ketiga adalah surat penyerahan. Surat penyerahan merupakan surat formal yang berisi unsur-unsur konvensional surat dengan judul "Surat Penyerahan". Sebenarnya surat penyerahan ini sendiri bukan bagian dari laporan, namun hanya sebagai pengantar dan sifatnya perorangan. Jadi surat ini tidak wajib dibuat, akan tetapi akan lebih baik jika disertakan.

4. Abstrak

Apa itu abstrak? Abstrak adalah suatu uraian yang bertujuan menerangkan aspek-aspek yang ditulis dan informasi penting dalam laporan kepada pembaca. Abstrak ini keberadaannya cukup penting untuk melihat secara sekilas isi dari laporan. Selain itu abstrak juga dapat digunakan untuk menyegarkan ingatan agar ingat kembali isi laporan yang telah dibaca.

5. Daftar Isi

Mengenai daftar isi, bagian ini adalah bagian dari laporan yang menunjukkan garis besar judul, subjudul laporan yang memberi gambaran dan petunjuk topik apa saja yang dilaporkan. Gunanya daftar isi ini adalah untuk memudahkan pembaca mengetahui struktur dari laporan.

Cara Membuat Surat Laporan
6. Pendahuluan

Bagian yang berikutnya adalah pendahuluan. Pendahuluan ini merupakan bagian dari laporan yang berfungsi sebagai pengantar sebelum memasuki inti dari suatu laporan. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, ruang lingkup, uraian ringkas penyusunan, tujuan, sumber informasi, waktu pelaksanaan, dan lain sebagainya.

7.  Isi

Dan ini merupakan bagian yang paling penting dan harus ada dalam membuat surat laporan. Karena jika tidak ada, apa gunanya anda membuat surat laporan. Isi dari laporan ini menyangkut tentang persoalan dan segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan persoalan tersebut. Biasanya isi laporan meliputi : 
  • Hasil pengamatan
  • Pencocokan data dan fakta
  • Faktor pendukung dan penghambat
  • Pembahasan dan hasil dari sesuatu yang telah dilaksanakan mengenai pokok persoalan yang akan dilaporkan.
 8. Kesimpulan dan Saran

Bagian dari surat laporan yang berikutnya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran ini merupakan bagian penutup dari surat laporan. Kesimpulan ditarik dari fakta-fakta dan banyak mempersoalkan hubungan logis. Sedangkan daran sendiri adalah langkah atau alternatif penyelesaian masalah agar masalah tersebut dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Bentuk dari kesimpulan ini sendiri tergantung dari isi laporan karena urutan penyajiannya sesuai dengan isi laporan.

9. Bagian Pelengkap

Yang terakhir dari bagian surat laporan adalah bagian pelengkap. Bagian ini adalah bagian dari laporan yang melengkapi laporan tersebut. Bagian pelengkap ini biasanya berupa lampiran dan bibliografi. Sebagai contoh lampiran tentang data yang telah dikumpulkan, foto-foto, peta, dan lain sebagainya.

Nah itulah beberapa bagian yang merupakan cara membuat surat laporan yang benar. Kami harap ulasan kami ini dapat membantu anda ya. Sampai bertemu di ulasan menarik kami yang berikutnya. Sukses selalu.

Minggu, 26 Agustus 2018

Penulisan Dan Tips Membuat Surat Tugas Yang Baik

Tips Membuat Surat Tugas Yang Baik
Surat tugas merupakan salah satu surat resmi yang dibuat untuk tujuan tertentu. Surat resmi sendiri merupakan surat yang dikirimkan kantor pemerintah atau swasta kepada kantor pemerintah atau dikirimkan oleh perseorangan kepada kantor pemerintah ataupun sebaliknya. Dan surat tugas adalah surat yang dikeluarkan oleh instansi atau pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi dan ditujukan kepada pihak bawahan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan tentu saja.

Mengenai fungsinya, surat tugas dibutuhkan agar orang yang mendapatkan tugas memperoleh pengesahan secara formal terhadap tugas yang harus dilakukan atau dilaksanakan. Surat tugas juga berguna untuk instansi yang dituju untuk memperlancar tugas pegawai atau pejabat yang berhubungan dengan lembaga atau instansi yang berkaitan dengan tugasnya. Dengan kata lain surat ini menjadi salah satu alat untuk memudahkan pegawai yang diutus selama melaksanakan tugasnya.

Untuk membuat surat tugas anda perlu memperhatikan beberapa hal. Salah satu hal penting yang harus anda perhatikan adalah bagian surat. Berikut adalah beberapa hal yang terdapat di bagian surat :
  1. Kepala Surat 
  2. Tulian "SURAT TUGAS"
  3. Nomor surat tugas
  4. Isi surat tugas 
  5. Identitas pejabat atau atasan
  6. Identitas pegawai atau pejabat yang diberi tugas
Selain beberapa hal diatas, bahasa surat juga harus anda perhatikan. Gunakanlah bahasa yang baku dan sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Selain itu pergunakan juga bahasa yang jelas atau tidak bermakna ganda. Bahasa yang luga juga akan membuat surat anda lebih baik. Bahasa yang lugas disini adalah tidak mubazir, tidak banyak basa-basi, serta mengikuti perkembangan bahasa surat. Tak lupa pula gunakan bahasa yang sopan karena mengingat surat ini merupakan surat resmi.

Kemudian, hendaknya materi tugas yang diberikan kepada yang bersangkutan dirumuskan secara singkat, padat dan jelas. Ketegasan juga diperlukan disini. Selain itu juga isi surat yang anda buat hendaknya memuat tugas yang diberikan, pertanggung jawaban, dan jangka waktu pelayanan tugas. hal tersebut sebaiknya disampaikan dengan terperinci.

Tips Membuat Surat Tugas Yang Baik
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah contoh surat tugas.

PT HIJAU LESTARI
Jalan Prof. Dr. Satrio Blok A3/5 No. 54 Jakarta
Tlp. (021) 89657235 Fax. (021) 879632158 E-mail : hijaulestari54@gmail.com
SURAT TUGAS
No. 256/tgs-BMI/V/17
                                                                                       
Direktur  PT HIJAU LESTARI – JAKARTA, dengan ini memberikan tugas kepada:
      Nama                         : Kalina Erika Putri                     
      Jabatan                       : Kepala bagian HRD
      Alamat                        : Jl. Rambutan No. 19 Jakarta Selatan
Untuk mengikuti seminar  “PENINGKATAN KUALITAS KERJA KARYAWAN”,  pada :
      Hari                            : Senin-Selasa/22-23 Mei 2017
      Tempat                       : Hotel Mercure Bandung Setiabudi - Bandung
Demikian surat tugas ini dibuat untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.  Mengenai akomodasi akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Segala bantuan dan kerjasama yang diberikan sangat kami hargai.
                                                                                          Jakarta, 19 Mei 2017




Arya Satya, S.H
                                                                                                                                  Direktur

Demikianlah ulasan kami mengenai tips membuat surat tugas yang baik yang dapat kami sampaikan kepada anda. Semoga dapat membantu dan sampai jumpa di ulasan kami yang berikutnya.

Kamis, 23 Agustus 2018

Penulisan Dan Cara Membuat Surat Permohonan Cuti Melahirkan

Cara Membuat Surat Permohonan Cuti Melahirkan
Sebagai seorang pekerja, anda tentu dituntut untuk melakukan kinerja yang baik dan hadir setiap hari di jam kerja yang sudah ditentukan. Namun ada kalanya anda terpaksa tidak dapat hadir dengan berbagai alasan tertentu misalnya sakit, ada urusan keluarga, dan berbagai alasan lainnya. Apalagi jika anda adalah seorang wanita yang telah menikah. Secara kodrat, wanita akan hamil dan melahirkan. Nah bagi seorang pekerja tidak mungkin akan terus bekerja hingga waktu persalinan tiba.

Dan pastinya ada kebijakan yang mengatur hal tersebut. Bagi pekerja wanita, anda berhak untuk mendapatkan cuti melahirkan. Karena dalam sebuah perusahaan atau instansi ada yang namanya cuti bisa jadi cuti sakit, cuti tahunan, cuti kepentingan keluarga, dan cuti melahirkan atau cuti bersalin. Hal ini merupakan salah satu kebijakan yang harus ada di sebuah perusahaan atau instansi.

Untuk mendapatkan izin tersebut, maka anda harus menyampaikannya sesuai dengan prosedur yaitu dengan mengajukan surat permohonan cuti melahirkan. Surat ini diperlukan karena ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan merupakan peraturan bagi anda yang akan mengajukan cuti.

Nah surat permohonan cuti ini adalah jenis surat pribadi yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Hanya saja, surat permohonan cuti harus anda sampaikan dan ditulis dengan bentuk formal karena berhubungan dengan pihak instansi tertentu. Surat izin cuti juga banyak macamnya. Ada surat izin cuti untuk pegawai swasta, surat izin cuti untuk pegawai negeri sipil, surat izin cuti besar, dan lain sebagainya.

Cara Membuat Surat Permohonan Cuti Melahirkan

Tak hanya sebagai kebijakan perusahaan, cuti melahirkan juga telah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa setiap karyawan atau pegawai, baik di instansi negeri maupun swasta berhak untuk mendapatkan izin cuti melahirkan atau cuti bersalin. Cuti bersalin untuk pegawai menurut undang-undang diberikan selama 3 bulan. Waktu cutinya sendiri dihitung sebelum dan juga sesudah melahirkan.

Dalam membuat surat permohonan cuti melahirkan, maka anda hendaknya menggunakan bahasa formal, sesuai dengan EYD, dan juga mempergunakan bahasa yang sopan. Bukan hanya karena surat ini adalah surat permohonan, namun juga karena surat permohonan cuti melahirkan ini juga merupakan surat resmi di sebuah perusahaan atau instansi.

Selain itu ada beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika membuat surat permohonan cuti melahirkan, diantaranya adalah :

  1. Jangan lupa untuk menyertakan nama, data diri, dan jabatan anda sebagai pemohon cuti
  2. Jelaskan tentang waktu cuti, mulai dari berapa lama anda akan cuti, serta tanggal dimulai dan diakhirnya cuti
  3. Sertakan surat pendukung untuk cuti (sesuai cuti apa yang diajukan), untuk cuti melahirkan atau bersalin, dapat disertakan surat keterangan dokter.
Cara Membuat Surat Permohonan Cuti Melahirkan

Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami akan memberikan contoh surat permohonan cuti melahirkan :

Bandung, 20 April 2017

Hal      : Surat Permohonan Cuti Kerja
Lamp   : Surat Keterangan Dokter

Kepada Yth,
Bapak/Ibu Personalia PT. Pelangi Indah
Up. Ibu Evi Juanda SE
     Di Tempat

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

    Nama     : Rinda Selvia Putri
    ID          : BD-ID6985321
    TTL       : Palembang, 07 Oktober 1990
    Posisi    : Administrasi (Adm)

Bermaksud untuk mengajukan izin cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal 21 April 2017 sampai dengan 21 Juli 2017. Berikut saya lampirkan juga surat keterangan dokter sebagai bahan pertimbangan.

Demikian permohonan cuti ini saya sampaikan, atas perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan banyak terima kasih.


Hormat Saya




Rinda Selvia Putri
Admin

Itulah ulasan kami mengenai cara membuat surat permohonan cuti melahirkan. Semoga dapat bermanfaat dan semoga persalinan anda berjalan dengan lancar. Sampai jumpa di ulasan yang berikutnya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Penulisan Dan Cara Membuat Surat Penawaran Kerjasama

Cara Membuat Surat Penawaran Kerjasama
Di dunia bisnis, kerja sama antar dua belah pihak menjadi salah satu hal yang biasa dilakukan. Karena dengan menjalin kerjasama maka keberhasilan akan lebih mudah untuk diciptakan. Selain itu, dijalinnya kerjasama juga bertujuan untuk meraih kesuksesan cara bersama-sama. Nah untuk dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan lain, maka dibutuhkan adanya penawaran kerja sama.

Hal ini dapat disampaikan dengan mengajukan surat penawaran kerjasama. Bukan hanya ditujukan untuk kerjasama dalam skala besar, namun juga dapat digunakan untuk kerjasama dalam skala sedang. Karena dengan mengajukan surat penawaran kerja sama ini, maka akan terlihat bagaimana profesionalitas yang akan anda lakukan jika anda bekerja sama dengan perusahaan terkait.

Nah dalam menulis surat penawaran kerjasama yang baik dan benar, maka ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Anda harus menunjukkan usaha anda atau perusahaan anda bergerak dibidang apa, bentuk kerjasama yang akan anda tawarkan, serta kompensasi untuk pihak yang akan anda ajak bekerjasama.

Surat penawaran kerjasama sendiri memiliki format yang sedikit berbeda dengan surat-surat lainnya. Berikut ini adalah format dan cara membuat surat penawaran kerjasama.
  1. UP atau Alamat perusahaan yang anda tuju. Anda harus memastikan bahwa alamat perusahaan dan namanya anda tulis dengan benar. Hal ini juga berlaku untuk nama orang yang anda tuju.
  2. Tujuan surat yang anda kirimkan. Apa yang ingin anda lakukan dengan surat tersebut? Ingin kerjasama memasakan produk atau ingin produk anda dipasarkan? Hal ini harus anda paparkan dengan jelas.
  3. Jenis produk atau jasa yang anda punya. Jenis produk atau jasa yang akan anda tawarkan untuk kerjasama juga harus jelas.
  4. Apa yang bisa anda lakukan. Hal ini berlaku apabila anda bertindak sebagai penawar untuk memasarkan produk.
  5. Lampiran. Lampiran ini dapat berupa company profile, kelebihan dan kekurangan produk anda, spesifikasi perusahaan dan produk anda.
Nah kelima hal yang sudah disebutkan diatas harus anda buat dan jelaskan dengan jelas. Akan lebih baik juga jika anda menggunakan bahasa yang sopan dan sesuai dengan EYD yang baik dan benar. Selain itu juga hendaknya anda memberikan beberapa penawaran yang mungkin akan memikat minat dari perusahaan atau orang yang akan anda ajak kerjasama.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami lampirkan sebuah contoh surat penawaran kerjasama yang baik dan benar.

Kepada Yth,
Pimpinan CV. Indah Berkarya
Jl. Seruling III No. 65 Bandung
Bpk. Bambang Wijatmoko
Di tempat

Hal : Penawaran Kerjasama
Lampiran : Profil CV. Juanda Permai

Dengan hormat,

Kami dari CV. Juanda Permai bermaksud untuk menawarkan kerjasama dengan CV. Indah Berkarya untuk menjadi salah satu distributor dalam produk-produk yang perusahaan anda distribusikan yang berupa :

        Produk Sparepart motor dan mobil.

Kami telah berpengalaman menjadi distributor berbagai produk sejenis yang saat ini ingin menambah jenis produk yang kami pasarkan. Kami memiliki sistem distribusi yang cukup baik sehingga dapat memberikan kontribusi positif pada perkembangan produk anda. Hal ini tentu saja akan memberikan keuntungan bagi kita. Dan kami yakin bahwa kami dapat memberikan kinerja yang baik selama menjalin kerjasama dengan CV. Indah Berkarya.

Bentuk mekanisme kerjasamanya kami dapat jelaskan lebih lanjut lagi bila CV. Indah Berkarya tertarik dengan tawaran kerjasama yang kami sampaikan.

Demikianlah surat penawaran kerjasama ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanua kami ucapkan terimakasih.

Nb : Kami sangat menunggu balasan dari Bpk. Yaya pimpinan CV. Indah Berkarya paling lambat 10 hari sesudah surat ini Bapak terima.


                                                                                                            Jakarta, 15 April 2017
                                                                                                          
                                                                                                            Hormat kami,
                                                                                                            CV. Juanda Permai





                                                                                                            Denias Radiguna
                                                                                                            Manager Pemasaran

Itulah ulasan kami mengenai cara membuat surat penawaran kerjasama. Semoga dapat membantu anda dan sampai jumpa di ulasan kami yang berikutnya.

Jumat, 17 Agustus 2018

Penulisan Dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan

Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan
Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan atau yang juga disingkat SIUP tentu merupakan hal yang penting untuk dilakukan jika anda memiliki sebuah perusahaan. Tak hanya perusahaan yang berskala besar, namun usaha berskala kecil pun tidak ada salahnya membuat surat ini. Tujuannya tentu saja untuk keamanan dan kenyamanan anda dalam menjalani usaha tersebut. Karena meski kecil, namun perusahaan anda tersebut merupakan perusahaan resmi dan terdaftar.

SIUP sendiri dikelompokkan menjadi 3 kelompok berdasarkan besarnya modal yang dikucurkan dalam pendirian usaha tersebut.

1. SIUP Kecil
Surat ini diperuntukkan bagi perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih pemilik lebih kecil atau sama dengan Rp 200.000.000,-.

2. SIUP Menengah
Surat ini diperuntukkan bagi perusahaan dengan modal sedang yaitu berkisar antara Rp 200.000.000,- hingga Rp 500.000.000,-

3. SIUP Besar
Surat ini diperuntukkan bagi perusahaan dengan modal besar yaitu diatas Rp 500.000.000,-

Dan untuk membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), maka ada beberapa persyaratan yang harus anda penuhi. Persyaratan tersebut tentu saja ada perbedaannya berdasarkan jenis atau bentuk usaha yang anda jalankan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Untuk Koperasi
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)
  • Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang telah disahkan instansi berwenang
  • Fotokopi NPWP
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Neraca koperasi
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.
  • Materai senilai Rp6.000
2. Untuk Perseroan Terbatas (PT)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM. 
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) jika penanggung jawabnya seorang perempuan
  • Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Izin teknis dari instansi terkait jika diminta
  • Surat Izin Gangguan (HO)
  • Izin Prinsip
  • Materai Rp6.000
  • Neraca perusahaan
 3. Untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar)
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka

4. Untuk Perusahaan Perseorangan
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Surat keterangan domisili atau SITU
  • Materai senilai Rp6.000
  • Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.
  • Neraca perusahaan
Sebagai informasi bahwa apabila kegiatan usaha tersebut bukan milik sendiri, maka harus pula dilengkapi dengan Surat Izin Pemilik sebagai bukti ketidakberatannya penggunaan tanah atau bangunan yang dimaksud. Surat ini hendaknya ditanda tangani diatas materai sebagai bukti perjanjian sewa menyewa antara pemilik tempat dan pemilik usaha.


 Nah apabila anda memenuhi sejumlah persyaratan administrasi tersebut, maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan prosedur yang demikian. Berikut cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) :

1. Ambil Formulir pendaftaran / surat permohonan di Kantor Dinas Perdagangan

Sebagai pemilik perusahaan anda bisa datang langsung ke kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat. Apabila anda tidak sempat untuk mengurusnya sendiri, maka anda bisa menyerahkan pengurusannya kepada orang lain dengan surat kuasa.

2. Isi dan tanda tangani formulir pendaftaran

Setelah anda mendapatkan formulir pendaftaran, maka isi dengan benar dan lengkap. Kemudian bubuhkan tanda tangan di atas materai Rp 6.000. Yang harus menandatangani surat ini adalah pemilik / direktur utama / penanggung jawab perusahaan tersebut. Jika sudah, fotokopi formulir tersebut sebanyak 2 rangkap dan gabungkan dengan persyaratan lainnya yang telah anda siapkan.

3. Bayar tarif pembuatan SIUP

Perlu anda ketahui bahwa tarif untuk membuat SIUP ini berbeda-beda dalam setiap kotamadya/kabupaten, dan diatur oleh Peraturan Daerah di masing-masing daerah atau wilayah.

3. Pengambilan SIUP

Setelah melakukan berbagai prosedur yang sudah dijelaskan diatas, maka anda perlu menunggu lebih kurang 2 minggu. Biasanya jika SIUP anda sudah jadi, maka petugas akan menghubungi anda dan anda tinggal mengambilnya di tempat anda membuat surat tersebut.

Itulah cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan yang bisa kami bagikan kepada anda. Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda ya.

Rabu, 15 Agustus 2018

Penulisan Dan Tips Membuat Surat Komplain / Klaim Barang Yang Baik Dan Benar

Tips Membuat Surat Komplain  Klaim Barang Yang Baik Dan Benar
Dalam dunia usaha tentu ada saja hal yang kerap tidak berjalan sesuai dengan harapan. Misalnya saja dalam dunia perdagangan yang melibatkan barang dagangan. Adanya komplain tentu menjadi hal yang biasa dalam hal perdagangan tersebut. Nah salah satu hal yang paling sering dijumpai adalah komplain terhadap sebuah barang yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan penjual ataupun pembeli.

Jika dalam skala kecil mungkin komplain tersebut dalam langsung disampaikan kepada pihak yang bersangkutan secara lisan atau dengan datang menemui pihak terkait. Namun untuk perdagangan besar, komplain tersebut biasanya disampaikan dengan menggunakan surat komplain atau yang dikenal dengan sebutan surat klaim. Tujuannya adalah untuk memberitahukan dari pihak pembeli atau pemesan kepada pihak penjual karena adanya barang yang tidak sesuai dengan pesanan.

Berikut ini adalah beberapa alasan dibuatnya surat klaim atau surat komplain tersebut.
  1. Jumlah barang tidak sesuai dengan pesanan
  2. Adanya keterlambatan pengiriman barang
  3. Adanya kerusakan pada barang pesanan
  4. Pengingkaran perjanjian yang telah disepakati bersama
Tips Membuat Surat Komplain  Klaim Barang Yang Baik Dan Benar
Manfaat dari membuat surat klaim ini sendiri adalah untuk menyelesaikan permasalahan jual beli yang terjadi, meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli, meminta keterangan pada penjual dan meningkatkan hubungan baik antar keduanya. Oleh karena itu, surat klaim ini sebenarnya bernilai positif untuk kedua belah pihak.

Berikut kami akan memberikan beberapa tips membuat surat komplain atau surat klaim barang yang baik dan benar. Karena walaupun hal ini merupakan sebuah komplain, tetap harus dilakukan dengan cara yang benar.
  1. Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah menghubungkan antara tanggal dan nomor surat pesanan.
  2. Menyampaikan komplain dengan bahasa yang baik dan santun
  3. Sertakan kepada siapa surat tersebut ditujukan
  4. Sebutkan jumlah barang yang tidak sesuai dengan kesepakatan
  5. Sebutkan juga alasan anda mengirimkan komplain tersebut.
  6. Sampaikan komplain anda dengan singkat, padat, dan jelas agar tidak terlalu berbelit-belit.
Tips Membuat Surat Komplain  Klaim Barang Yang Baik Dan Benar
Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami berikan sebuah contoh surat klaim atau surat komplain yang baik dan benar.

PT. Laksana Indah Permai
Jalan Jendral Sudirman No 28
Komplek Palem Mutiara, Telp (021) 669325
Kota Jakarta 15120
Jakarta Timur

Nomor : 59/AK/VI/2017 10 April  2017
Lampiran : –
Hal : PENGADUAN ATAS KIRIMAN BARANG

Kepada
Yth. Manager Pemasaran PT. Makmur Meubel
Jalan Anggrek No.56
Bandung

Dengan hormat,

Dengan ini kami beritahukan bahwa, kiriman Saudara berupa :
1. 6 buah Meja Jati
2. 3 buah Kursi Teras
3. 6 buah Meja Makan
4. 2 Sofa Jati
Telah sampai di tempat kami, dan kami mengucapkan terima kasih.
Namun, dengan sangat menyesal kami harus sampaikan bahwa setelah muatan barang kami buka, ternyata di mobil pertama yang bernomor polisi D 3625 SK ada sebuah kursi teras yang rusak. Kerusakannya yaitu terdapat di bagian kaki kursi yang patah.
Menurut kami, kerusakan lemari es tersebut disebabkan karena pengepakan barang yang kurang pas sehingga ketika proses pengiriman barang, kursi tersebut terjatuh atau tertimpa barang lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dengan ini kami minta kepada Saudara agar dapat segera mengirimkan penggantinya dan kami akan segera pula mengirimkan barang yang rusak tersebut ke alamat Saudara atas beban biaya Saudara.

Demikian keterangan yang dapat kami sampaikan, dan atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,



Zahira Azahra
Manager Pemasaran


Minggu, 12 Agustus 2018

Penulisan Dan Tips Menulis Surat Pengunduran Diri Yang Baik

Tips Menulis Surat Pengunduran Diri Yang Baik
Tak hanya saat melamar pekerjaan saja dibutuhkan tata cara dan prosedur yang benar, namun saat mengajukan pengunduran diri pun demikian. Cara yang paling tepat ketika berencana mengajukan pengunduran diri adalah dengan memberikan surat pengunduran diri. Namun dalam penulisan surat ini tentu saja anda harus memperhatikan banyak hal. Ini tentu saja bertujuan agar anda tetap meninggalkan kesan yang baik selama bekerja di tempat tersebut.

Memang banyak alasan yang mungkin bisa menjadi penyebab anda mengambil keputusan untuk mengundurkan diri. Mungkin saja karena ingin mencari suasana baru, ingin mencoba peruntungan di tempat lain, jenuh dengan suasana kantor yang begitu saja setiap hari, atau karena beberapa alasan lainnya.

Dalam menulis surat pengunduran diri sebenarnya sama halnya ketika anda menulis surat lamaran pekerjaan. Bahasa yang baik dan benar serta kata-kata yang sopan harus anda gunakan. Sebab dengan bahasa yang sopan maka seperti yang sudah dikatakan tadi akan menimbulkan kesan yang baik pada diri anda.

Dan dibawah ini merupakan beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan ketika
menulis surat pengunduran diri. Berikut ulasan lengkapnya :

1. Dalam penulisan surat pengunduran diri, hendaknya ditulis dengan singkat, padat, dan jelas. Usahakan pula anda menggunakan bahasa yang sopan dan tak menyinggung siapa pun. Jelaskan apa alasan pengunduran diri anda dengan bahasa yang baik. Namun hendaknya mengutarakannya tanpa menjelek-jelekan perusahaan tersebut. Akan lebih baik jika anda tetap menyanjung perusahaan tempat anda bekerja tersebut.

2. Yang selanjutnya adalah jangan lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih anda karena sudah diberikan kesempatan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Utarakan pula rasa bangga anda dan pujian terhadap perusahaan dan rekan kerja serta semua pimpinan anda.

3. Meskipun anda harus memberikan alasan yang jelas mengenai keputusan anda untuk mengundurkan diri, namun anda tidak perlu menceritakan secara detail mengenai alasan pengunduran diri anda. Maka katakan saja secara garis besarnya saja.

4. Jika perlu berikan sebuah cinderamata untuk perusahaan anda. Jadikan ini sebagai kenang-kenang yang akan memberikan kesan yang baik selama anda bekerja di perusahaan tersebut.

5. Jika ada cobalah berikan saran yang membangun untuk perusahaan tempat anda bekerja tersebut. Namun sampaikan saran tersebut dengan kata yang sopan tanpa menyinggung dan meninggalkan kesan salah paham.

Apabila sudah mengetahui hal apa saja yang harus anda perhatikan ketika akan menuliskan surat pengunduran diri, berikut ini kami sertakan pula contoh surat pengunduran dirinya yang mungkin bisa membantu anda.

Jakarta, 07 Oktober 2016

Kepada
Yth. Manager HRD

PT Maju Indah Makmur
Jl. Bangau 28 Jakarta

Dengan hormat,

Melalui surat ini, saya Ahmad Yani, bermaksud untuk mengundurkan diri dari PT Maju Indah Makmur sebagai karyawan terhitung sejak tanggal 07 Oktober 2016.

Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang pernah saya dapatkan untuk bekerja di PT Maju Indah Makmur, dan tidak hanya itu, saya juga memohon maaf kepada seluruh karyawan dan manajemen PT Maju Indah Makmur jika terdapat kesalahan dan kekeliruan yang pernah saya perbuat selama saya bekerja.

Saya mengharapkan selalu PT Maju Indah Makmur dapat berkembang terus dan selalu menjadi yang terbaik.


Hormat saya,
Ahmad Yani

Itulah tips menulis surat pengunduran diri yang baik yang dapat kami sampaikan kepada anda. Semoga bermanfaat.